bulan ramadhan telah berlalu... disaat kegembiraan hati menyambut hari raya idul fitri... ada sedih yang menyeruak, yah... mau tidak mau harus berpisah dengan bulan ramadhan yang bagi saya teramat indah... bulan ramadhan adalah bulan yang membuat saya tersadar akan makna kehidupan... bulan yang mengajarkan saya akan kesederhanaan... kearifan dan kebajikan sebagai manusia yang lemah dan penuh dosa... bulan dimana saya disadarkan akan satu hal : beribadah kepada-Nya adalah laku terpenting dan paling penting dalam hidup ini...
bulan ramadhan yang membawa berkah.... seperti sebuah oase yang menenangkan hati, menyejukkan jiwa... disaat dunia yang riuh ramai tak sekira dengan gelegak hendonisme, konsumerisme dan kapitalisme... bulan ramadhan seperti menyeret saya dalam momentum kelahiran kembali untuk hakikat hidup yang lebih sederhana, bersahaja dan peduli kepada sesama... dan yang paling penting ; peningkatan kualitas dan kuantitas beribadah...
keramaian kembang api di perayaan idul fitri... tidak menghapus kesedihan saya harus berpisah dengan bulan ramadhan... bulan ramadhan teramat spesial dalam hidup saya untuk kali ini... di tengah hingar bingar dentuman orang-orang merayakan lebaran... saya sengaja menarik diri, berdiam dan memutuskan untuk meng-up line-kan diri... off dari facebook, twitter, blog, juga hape... tidak ada status, sms dan "kicauan" apapun yang men-declare kan ucapan selamat maupun kata maaf...
entah kenapa saya menjadi jengah sendiri dengan hipper inflasi atau tsunami ucapan selamat yang berhamburan dimana-mana, spanduk, banner, baliho, iklan di tv, di radio dan dimana saja yang dimuntah kan sebagian dari orang-orang, politisi, artis, birokrat, pengusaha, dsb.... begitu luar biasanya ucapan selamat ramadhan, berpuasa, selamat hari raya, dan selamat segala macamnya... namun, semuanya terasa hampa, terasa hambar... tak ada makna, semuanya seakan kehilangan esensi, hakikat... dan jujur, saya tidak ingin ikutan menambah ucapan selamat tersebut... sekaligus teramat malas untuk meminta maaf...
namun, dari serakan ucapan selamat dan maaf... ada satu spanduk yang dipajang oleh sebuah perusahaan rokok di pagar mesjid yang mampu menyentak alam bawah sadar, menjadikan sebuah inspirasi bagi saya dalam memaknai dan mentadaburri bulan ramadhan juga hari raya idul fitri... kira-kira kalimat berikut yang tertulis di spanduk iklan rokok tersebut : restart, refresh & reborn...
mungkin anda juga pernah membacanya....
August 12, 2013
July 1, 2013
satu juli dan dua buku baru
Labels:
buku
0
comments
kemarin, tgl 30 juni 2013 saya beli buku di gramedia veteran, banjarmasin... dua buah buku... buku yang pertama, berjudul secangkir kopi inspirasi, yang ditulis oleh prabu revolusi...diterbitkan oleh kaifa mizan (2013).... buku kedua, berjudul true spirit harry, mengintip rahasia sukses sang raja media indonesia... ditulis oleh ira puspitaroni... diterbitkan oleh indoliterasi, 2013...
dan pada tanggal 1 juli 2013... dua buku tersebut menjadi "prioritas" pertama untuk dibaca sebelum memulai pekerjaan...
dan pada tanggal 1 juli 2013... dua buku tersebut menjadi "prioritas" pertama untuk dibaca sebelum memulai pekerjaan...
June 26, 2013
dua pilihan
ketika berada di satu titik jenuh... dihadapan hanya ada dua pilihan ; pertama, terus berjuang dan terus bekerja keras agar bisa ke luar dari lobang kebangkrutan. atau pilihan yang kedua, menyerah, kalah hingga terkubur di dalam lobang kebangkrutan.
ingin memilih pilihan yang pertama, jelas bukan perkara yang mudah. sudah berjuang "luar biasa" kerasnya, bekerja dengan sangat maksimal... tp masih sj yang terlihat dihadapan, kebangkrutan ini seperti lorong yang tak berujung, lika likunya sangat melelahkan. seakan tak ada tanda-tanda ujung cerita. sebaliknya memilih pilihan yang kedua, hanya akan menjadikan diri ini sebagai pecundang sejati... selalu kalah....letoy terhadap keadaan.
sampai siang ini... pilihan untuk terus berjuang dan bekerja keras, masih menjadi pilihan. meski dengan asa dan tenaga yang lowbet...
#memotivasidirisendiri
ingin memilih pilihan yang pertama, jelas bukan perkara yang mudah. sudah berjuang "luar biasa" kerasnya, bekerja dengan sangat maksimal... tp masih sj yang terlihat dihadapan, kebangkrutan ini seperti lorong yang tak berujung, lika likunya sangat melelahkan. seakan tak ada tanda-tanda ujung cerita. sebaliknya memilih pilihan yang kedua, hanya akan menjadikan diri ini sebagai pecundang sejati... selalu kalah....letoy terhadap keadaan.
sampai siang ini... pilihan untuk terus berjuang dan bekerja keras, masih menjadi pilihan. meski dengan asa dan tenaga yang lowbet...
#memotivasidirisendiri
May 16, 2013
INSPIRASI PAGI DARI STATUS FESBUK
pagi-pagi setiba di kantor, sebelum secara serius bekerja... saya sempatkan membuka akun fesbuk... membaca satu demi satu status kawan-kawan yang memenuhi beranda akun fesbuk saya. diantara status galau, curhatan, dan pemberitahuan hingga copy paste segala kutipan, ada sebuah status yang diposting seorang kawan yang cukup menghentak dan menggetarkan hati saya, cukup membuat saya termenung menyelami maknanya.... menginspirasi dan menggugah hati... berikut saya "copy paste" isi postingan status tersebut :
KISAH NYATA: Kebesaran Hati Supir ANGKOT Di Bogor
Masih banyak orang baik, cerita ini saya dapatkan waktu saya iseng bareng teman saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranang siang, kota Bogor.
Pengemudi angkot itu seorang anak muda, didalam angkot duduk 7 orang penumpang, termasuk kami. Masih ada 5 kursi yang belum terisi, seperti biasa di tengah jalan, angkot-angkot saling menyalip untuk berebut penumpang. Namun ada pemandangan aneh, didepan angkot yang kami tumpangi ada seorang ibu dengan 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan.
Setiap ada angkot yang berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.
Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “ Tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.” Sambil tersenyum, supir itu menjawab “Gak pa-pa bu, naik saja”, ketika si ibu tampak ragu2, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gak pa-pa ..”
Saya terpesona dengan kebaikan Supir angkot yang masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu dan anak-anaknya. Ketika sampai di terminal bis, 4 orang penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir.
Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang rp. 20 ribu. Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp.4 ribu) Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya serta 4 orang penumpang gratisan tadi.
“Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu... Sore itu saya benar-benar dibuat kagum dengan kebaikan-kebaikan kecil yang saya lihat. Seorang Ibu miskin yg jujur, seorang Supir yang baik hati dan seorang penumpang yang budiman.
Mereka saling mendukung untuk kebaikan. Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita. Teruslah berbuat baik, sekecil apapun ketulusan yang kita perbuat tentunya sangat berarti untuk lain..!!!
KISAH NYATA: Kebesaran Hati Supir ANGKOT Di Bogor
Masih banyak orang baik, cerita ini saya dapatkan waktu saya iseng bareng teman saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranang siang, kota Bogor.
Pengemudi angkot itu seorang anak muda, didalam angkot duduk 7 orang penumpang, termasuk kami. Masih ada 5 kursi yang belum terisi, seperti biasa di tengah jalan, angkot-angkot saling menyalip untuk berebut penumpang. Namun ada pemandangan aneh, didepan angkot yang kami tumpangi ada seorang ibu dengan 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan.
Setiap ada angkot yang berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.
Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “ Tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.” Sambil tersenyum, supir itu menjawab “Gak pa-pa bu, naik saja”, ketika si ibu tampak ragu2, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gak pa-pa ..”
Saya terpesona dengan kebaikan Supir angkot yang masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu dan anak-anaknya. Ketika sampai di terminal bis, 4 orang penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir.
Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang rp. 20 ribu. Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp.4 ribu) Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya serta 4 orang penumpang gratisan tadi.
“Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu... Sore itu saya benar-benar dibuat kagum dengan kebaikan-kebaikan kecil yang saya lihat. Seorang Ibu miskin yg jujur, seorang Supir yang baik hati dan seorang penumpang yang budiman.
Mereka saling mendukung untuk kebaikan. Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita. Teruslah berbuat baik, sekecil apapun ketulusan yang kita perbuat tentunya sangat berarti untuk lain..!!!
April 24, 2013
tentang film java heat
Labels:
tentang film java heat
1 comments
kemarin nonton film java heat. setelah layar di tutup alias film berakhir, saya coba menghela napas panjang sekedar menahan keinginan untuk mengkomen “isi film java heat”… komen saya singkat saja : “lumayan…” ya lumayan… kalau di ukur dengan skala 1 – 10…. film java heat ada pada angka 6… tidak terlalu bagus, tidak juga jelek. ya itu tadi lumayan. lumayan dengan beberapa catatan tentunya.
mungkin karena standar saya yang terlalu tinggi, karena sebelumnya sudah menonton film anyar g.i. joe retaliation, a good day to die hard… yg lebih lama sedikit the raid… jadinya saya membandingkan film java heat dari segala aspek… film java heat jadi tampak tak ada artinya, ada sesuatu yang terasa “pahit” dalam mengomentari, jujur dibandingkan dengan dua film itu, java heat seperti kalah kelas, kalah hebat, kalah dahsyat… head to head dari semua sisi. baik sinematografinya, kereografinya, aktor-nya, jalan cerita-nya, editing-nya, musik-nya… yang menang mungkin hanya eksotis-nya saja, yogya dan borubodur, tapi…. uft….tapinya ntar saja dulu ya… he…he…
penilaian saya yang lumayan tersebut, bukan berarti saya tidak merasa bangga dengan “film indonesia” garapan hollywood tersebut. tp sebagai penonton sy punya ekspektasi dan khayalan tersendiri mengenai sebuah film yang saya tonton. setidaknya, dalam menonton film sy akan mendapatkan sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih dari film-film yg pernah saya tonton. saya tidak peduli siapa sutradaranya, siapa pemainnya, siapa produser, dimana film itu dibuat…. dan menurut saya dalam film java heat ekpektasi saya, khayalan saya tidak terpenuhi… tidak ada adegan, sinema yang baru dalam java heat… bahkan ya dgn sedikit jeli… kayak scene2 tertentu semacam “duplikasi” adegan film2 hollywood… hal yang terlampau biasa yg sering saya lihat baik di tv maupun layar bioskop…
film adalah fiksi. tp dlm film yang bagus, batas antara yang fiksi dan nyata hampir tidak ada. dalam film java heat, adegannya tampak dibuat-buat untuk menunjukkan ini hanya drama yang tak nyata dan terasa aneh sekali, nggak enak dilihat. kenapa misalnya adegan kejar-kejaran dgn polisi harus malam hari di tempat yang sunyi, kenapa tidak dijalanan yang ramai… atau aksi berondongan teroris terhadap mobil yang ditumpangi jake dan hashim tidak dilakukan di tempat yang ramai—misal di malioboro, pada waktu siang hari ? kenapa juga adegan penyergapan trhadap jake yg akan dibawa ke airport di jalan yang sempit dan sunyi ? kenapa tidak dilakukan di parkiran bandara misal ? tempat orang ramai ?
kalau ini dikatakan film indonesia yang aktornya adalah orang-orang indonesia, harusnya dalam adegan perkelahian, koreografi-nya menggunakan pencak silat… jgn hanya beberapa detik ingin menunjukkan pencak silat sebagai seni bela diri asli indonesia…. sutradara film java heat kayaknya perlu belajar dari film the raid…. termasuk belajar bagaimana membuat adegan tembak-tembakan. masak kelihatan kaku memegang senjata…… katanya sutradara yang cukup berpengalaman menggarap film peperangan…
sebelum terlampau panjang saya berceloteh mengkritik dan protes….he…he… satu lagi yang menurut saya agak kurang dari film java heat… kok polisi dan markasnya digambarkan kayak “polisi india” dalam film-film india tahun 90’an… ini tahun 2013 loe… jaman yang sudah sangat maju. apalagi film ini di buat tahun 2012… kenapa tidak digambarkan lebih modern dan high tech ?
ok, saya ingin memuji film java heat ini, seperti yg saya tulis di atas, alasan saya mengapa saya mengatakan hanya menang dari sisi eksotis-nya saja, yaitu berlatar yogya dan candi borubodur… ini memang perlu di apresiasi. eksotisme jogya, juga gang-gang sempitnya… menjadi sesuatu yang lebih dari film ini… termasuk adegan yang di candi borobudur… tapi… ada tapi-nya neh… andai film java heat di garap dalam tangkapan mata kamera seperti film james bond yang terakhir---sy lupa judulnya—dan film taken 2, yang mengambil latar kota instanbul turki… film java heat pasti bisa lebih keren, lebih hebat, lebih dahsyat. eksotisme jogyakarta pasti akan tereksplor lebih maksimal…
February 18, 2013
dari lagu “somebody that i used to know” dan film “a good day to die hard”
Labels:
a good day to die hard
0
comments
lama tidak menulis… terbersit untuk menulis lagi, banyak ide yang menyeruak di otak ini. tapi karena disesaki kebingungan mencari “angle” tulisan… sebuah istilah yang pernah saya pelajari tempo bertahun silam di sebuah majalah kampus. mencari “angle” tulisan inilah yang menghalangi saya untuk menulis. setelah mencari ide kebeberapa tempat, membuka banyak laman internet, dari youtube hingga majalah tempo… jadilah pagi ini saya berjibaku membuat sebuah tulisan untuk diposting di blog ini. Berikut tulisan tersebut :
awalnya saya buka majalah detik edisi 64… dihalaman 59… yang baru saja saya unduh dari portal detik.com… dimajalah tersebut ada secuil berita tentang “gotye, muusisi dari australia yang baru saja mendapatkan penghargaan grammy award untuk kategori record of the year, best pop duo/ group performance, dan best alternative music album untuk albumnya, 'making
mirrors'.
dari berita yang ditulis tersebut saya tertarik dengan lagu ‘somebody that i used to know’… saya buka laman youtube untuk melihat video klip lagu “somebody that i used to know” yang dinyanyikan oleh gotye…
tak dinyana dihalaman youtube juga ada laman saran yang menampilkan trailer film “a good day to die hard”…. itu tuh film die hard yang kelima, yang dibintangi oleh aktor favorit dan idola saya bruce willis…. dan satu hal yang membuat saya hampir melompat tinggi pagi ini adalah film tersebut, tanggal 14 pebruari 2013 kemarin sudah saya tonton di studio 21, dm banjarmmasin… wkwkwkwk… kenapa saya tidak menulis resensi-nya, ulusannya… bukankah itu sebuah ide tulisan yang hebat… ?
tapi, ah, gubrakkk…. saya memukul meja kerja saya, apanya yang mau saya tulis dari film “a good day to die hard”…. film yang membuat saya terpesona, terkagum dan semakin “mabuk kepayang” dengan acting-nya bruce willis… film “a good day to die hard”…. dimata saya adalah film terkeren 2013 ini yang pernah saya saksikan di bioskop 21… maklum di tahun 2013 ini baru film “a good day to die hard”…. yg sempat saya tonton…he…he…
bagi saya penikmat film-film yang dibintangi bruce willis… film “a good day to die hard”…. ini keren pisan euy... tidak kalah seru dari film die hard 1 sampai 4…. dan film ini juga sedikit jadi pengobat kecewa saya lebih dari setahun silam, yang menonton film the cold light of day… dimana bruce willis bermain singkat di film tersebut…
nah, kayaknya saya harus minta maaf neh… dalam tulisan ini saya tidak menuliskan balik kisah atau cerita dalam film “a good day to die hard”…. kalau mau tahu jalan ceritanya… tonton langsung dibioskop film-nya..he…he…. kalau mau tahun resensinya, bisa cari dan tanya sama mbah google…wkwkwk…
film “a good day to die hard”…. salah satu film yang menginspirasi saya di awal tahun 2013 ini…
sebelum saya menghentikan jari-jari saya mengetuk keybord laptop, saya mau kembali lagi ke lagu gotye ‘somebody that i used to know’… di laman youtube, saya membuka klip lagu tersebut… lagunya, asyik juga…tp klipnya kurang asyik… artistik tapi tak menarik bagi saya…
Subscribe to:
Posts (Atom)


