sudah subuh lagi.... kini, sudah berada di subuh 24 januari 2012... kalau menghitung ulang hari yang telah dijalani... ah, bisa-bisa memicu stress....he...he.. apa yang telah dan sudah saya lakukan. bila di kalkulasi dengan target yang harus saya capai ? ternyata pencapaian yang saya lakukan belum seberapa, ini juga berbanding lurus dengan usaha yang saya lakukan... tenaga dan ikhtiar yang saya lakukan belum menyentuh level maksimal. masih dalam taraf biasa-biasa saja. belum ada tindakan atau kerja yang keras. pikiran ini belum sepenuhnya di daya gunakan.
setelah 23 hari berlalu di tahun 2012 ini... perlu lagi “gas” semangat, motivasi, kegigihan, dan ketekunan di injak lebih kencang. perlu lagi standar pencapaian di naikkan... target resolusi yang hendak dicapai harus di baca ulang dan target realisasinya harus dipercepat...
subuh sudah mulai beranjak pagi. tetesan embun sudah perlahan mengering. hari ini harus beraktivitas lagi ke rutinitas normal. mulai hari ini, satu hari setelah moment imlek... di tahun naga air, berharap juga mendapatkan keberuntungan... tapi bukan dengan mukjizat, namun, dengan kerja yang lebih keras, lebih maksimal. berlari lebih kencang, mulai hari ini :
“kita tidak dapat mengejar ketertinggalan selama kita terus berjalan santai sementara orang lain berlari kencang”
“sukses dalam karier, rumah tangga maupun ibadah harus diperjuangkan dengan gigih dan maksimal”
Showing posts with label kerja keras. Show all posts
Showing posts with label kerja keras. Show all posts
January 24, 2012
January 13, 2012
renungan jum'at : kerja keras sebagai bukti kita bersyukur
Labels:
bersyukur,
kerja keras,
renungan jumat
0
comments
gara-gara “kedinginan” di jalan pas berangkat ke kantor. sampai di kantor “otak” jadi sedikit membeku...he...he... mau nulis jadi lelet ide yang keluar. menulis postingan apa ya pagi ini ? cari ide lagi neh... ufts.... saya mau kerja dulu, membereskan pekerjaan kantor... sambil kerja, sambil cari ide...he...he..he...
30 menit...
45 menit...
61 menit...
75 menit...
pekerjaan sudah selesai dan ide pun dapat...he..he... jeda sejenak untuk memposting tulisan ini... ingat kalau hari ini hari jum’at dan sebenarnya ada kebiasaan saya yang dalam beberapa waktu ini terlupakan adalah membuat postingan tentang renungan di hari jum’at... pagi ini, ide itu muncul lagi. menulis postingan renungan jum’at. dan datanglah ide itu : menulis tentang bekerja keras sebagai bukti bahwa kita mensyukuri nikmat-Nya...
kenapa saya mengatakan bekerja keras sebagai bukti kita mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita ? berikut tiga alasannya :
pertama, bekerja keras akan menyadarkan kita tentang banyaknya nikmat dan karunia Allah SWT
kedua, orang yang bekerja keras adalah orang yang mampu menggunakan potensi dirinya secara optimal dan maksimal. nah, dari mana datangnya potensi diri itu kalau bukan dari Allah SWT ? artinya dengan bekerja keras, potensi yang telah Allah SWT berikan kepada kita tidaklah sia-sia. bukankah itu wujud dari syukur kita ?
ketiga, bekerja keras merupakan bentuk pengamalan nyata dari perintah Allah SWT dan bekerja keras bisa dijadikan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
cukup 3 alasan itu saja ya... hampir 20 menit saya menjeda pekerjaan saya. sekarang mau balik kerja lagi. mudahan renungan jum’at kali ini meng-inspirasi...
30 menit...
45 menit...
61 menit...
75 menit...
pekerjaan sudah selesai dan ide pun dapat...he..he... jeda sejenak untuk memposting tulisan ini... ingat kalau hari ini hari jum’at dan sebenarnya ada kebiasaan saya yang dalam beberapa waktu ini terlupakan adalah membuat postingan tentang renungan di hari jum’at... pagi ini, ide itu muncul lagi. menulis postingan renungan jum’at. dan datanglah ide itu : menulis tentang bekerja keras sebagai bukti bahwa kita mensyukuri nikmat-Nya...
kenapa saya mengatakan bekerja keras sebagai bukti kita mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita ? berikut tiga alasannya :
pertama, bekerja keras akan menyadarkan kita tentang banyaknya nikmat dan karunia Allah SWT
kedua, orang yang bekerja keras adalah orang yang mampu menggunakan potensi dirinya secara optimal dan maksimal. nah, dari mana datangnya potensi diri itu kalau bukan dari Allah SWT ? artinya dengan bekerja keras, potensi yang telah Allah SWT berikan kepada kita tidaklah sia-sia. bukankah itu wujud dari syukur kita ?
ketiga, bekerja keras merupakan bentuk pengamalan nyata dari perintah Allah SWT dan bekerja keras bisa dijadikan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
cukup 3 alasan itu saja ya... hampir 20 menit saya menjeda pekerjaan saya. sekarang mau balik kerja lagi. mudahan renungan jum’at kali ini meng-inspirasi...
November 18, 2011
jum'at pagi, sebuah renungan
Labels:
buku,
kerja keras,
merry riana,
mimpi sejuta dolar,
shalat dhuha
1 comments
jum’at pagi...
dengan sedikit malas dan semangat yang kendur
gairah untuk menjalani hari seakan loyo
terjebak dalam rutinitas dan peliknya permasalahan hidup
membuat nyali ini mengerut untuk menjalani hidup
beranjak dari kasur yang empuk pun terasa enggan...
apalagi mandi, makan dan berangkat ke kantor... semuanya terasa berat...
tidak ingin terlena dengan situasi ini
sementara matahari sudah kian meninggi...saya berwudhu
mendirikan shalat dhuha beberapa rakaat... menghadap Yang Maha Kuasa
sebentuk penghambaan bahwa diri ini lemah, bahwa diri ini mudah goyah
memohon dan mengharap kekuatan untuk bisa menjalani hidup ini
dengan passion, semangat dan motivasi yang prima serta
tetap fight menjalani hidup...
juga berdo’a, mememinta agar dibukakan jalan menuju sukses
dibukakan pintu-pintu rezeki yang mungkin masih tersumbat...
setelah selesai shalat dhuha...
saya membaca buku : mimpi sejuta dolar-nya merry ryana
men-tafakuri, me-renungi beberapa kata-kata yang
termaktub dalam buku itu---sungguh, sangat memotivasi, sangat inspiratif...
“sukses memerlukan syarat : kerja keras, komitmen, kesungguhan, kegigihan, ketekunan, tekad”
“untuk menjadi sukses, kita harus berani melewati suatu kondisi sulit’
“jika tidak bertarung, kita tidak tahu pakah kita menang atau kalah. dan jika tidak berani, kita bahkan tidak akan menginjak arena pertarungan”
“kegagalan adalah ciri perjalanan sukses. dengan mengalami kegagalan kita akan mengetahui cara-cara yang lebih baik agar kegagalan yang sama tidak terulang lagi. yang penting bergerak terus, berjuang terus, mencoba terus”
“banyak gagal, banyak belajar. tapi coba terus. jangan patah semangat”
“ayo, sekarang kita bekerja dengan fokus, kita menyerahkan hati dan konsentrasi kita pada pekerjaan. kita bangun kegigihan dan kemampuan. bekerja empat belas jam sehari, tujuh hari dalam seminggu....”
terima kasih bu merry...buku anda sanggah luar biasa meng-inspirasi saya...
dengan sedikit malas dan semangat yang kendur
gairah untuk menjalani hari seakan loyo
terjebak dalam rutinitas dan peliknya permasalahan hidup
membuat nyali ini mengerut untuk menjalani hidup
beranjak dari kasur yang empuk pun terasa enggan...
apalagi mandi, makan dan berangkat ke kantor... semuanya terasa berat...
tidak ingin terlena dengan situasi ini
sementara matahari sudah kian meninggi...saya berwudhu
mendirikan shalat dhuha beberapa rakaat... menghadap Yang Maha Kuasa
sebentuk penghambaan bahwa diri ini lemah, bahwa diri ini mudah goyah
memohon dan mengharap kekuatan untuk bisa menjalani hidup ini
dengan passion, semangat dan motivasi yang prima serta
tetap fight menjalani hidup...
juga berdo’a, mememinta agar dibukakan jalan menuju sukses
dibukakan pintu-pintu rezeki yang mungkin masih tersumbat...
setelah selesai shalat dhuha...
saya membaca buku : mimpi sejuta dolar-nya merry ryana
men-tafakuri, me-renungi beberapa kata-kata yang
termaktub dalam buku itu---sungguh, sangat memotivasi, sangat inspiratif...
“sukses memerlukan syarat : kerja keras, komitmen, kesungguhan, kegigihan, ketekunan, tekad”
“untuk menjadi sukses, kita harus berani melewati suatu kondisi sulit’
“jika tidak bertarung, kita tidak tahu pakah kita menang atau kalah. dan jika tidak berani, kita bahkan tidak akan menginjak arena pertarungan”
“kegagalan adalah ciri perjalanan sukses. dengan mengalami kegagalan kita akan mengetahui cara-cara yang lebih baik agar kegagalan yang sama tidak terulang lagi. yang penting bergerak terus, berjuang terus, mencoba terus”
“banyak gagal, banyak belajar. tapi coba terus. jangan patah semangat”
“ayo, sekarang kita bekerja dengan fokus, kita menyerahkan hati dan konsentrasi kita pada pekerjaan. kita bangun kegigihan dan kemampuan. bekerja empat belas jam sehari, tujuh hari dalam seminggu....”
terima kasih bu merry...buku anda sanggah luar biasa meng-inspirasi saya...
Subscribe to:
Posts (Atom)