kenal ga sama safir senduk ?
safir senduk adalah salah satu perencana keuangan juga penulis buku keuangan yang paling top di indonesia. nah, di twitter, dari 111.474 followers-nya safir senduk, saya adalah salah satunya. senang juga mem-follow @SafirSenduk, karena bisa banyak sekali mendapatkan, tidak saja “ilmu” keuangan tapi juga motivasi dan inspirasi dari tweets-tweets yang beliau postkan di timeline twitter.
seperti dinihari ini, ketika saya dah mentok mencari ide untuk bahan postingan, membuka twitter dan membaca tweets-nya pak safir, seperti mendapatkan “kuliah gratis”, menambah pengetahun. agar tidak sekedar hanya membaca dan supaya tidak hilang dalam ingatan, bisa dibaca lagi di kemudian hari...tweets dari safir senduk itu saya tulis ulang dan saya retweet di blog ini... mudahan bisa meng-inspirasi :
ini dia tweets-nya :
“kadang, ide bisnis sering muncul di malam hari”
“5 hal penting dalam keuangan (1) penghasilan (2) pengeluaran (3) dana cadangan (4) harta konsumtif (5) harta produktif”
“dalam twitter, tidak follow bukan berarti tidak berteman. dalam bisnis, gak beli bukan berarti gak punya uang”
“kudebit tabungan cintaku setiap hari ke rekening hatimu”
“tidak hanya cinta yang bisa bikin galau. bokekpun bisa bikin galau. ini disebut galau finansial”
“uang memang bisa membeli rumah, tapi cuma cinta yang membuat rumah itu penuh dengan kebahagiaan”
“bisnis yang lancar berawal dari silaturahmi dan hubungan baik”
“sinetron indonesia ceritanya gak jauh2 dr adegan di rumah sakit. dalam bisnis, jangan pilih bidang yang itu2 saja. cari yang beda”
“kalah dalam satu pertandingan bukan akhir segalanya. dalam bisnis, proposal yang ditolak juga bukan akhir segalanya”
“dalam percintaan, jangan gampang bosan dengan pasangan anda. dalam berbisnis jangan gampang bosan dengan bisnis anda”
“dalam jangka panjang, menignkatkan penghasilan adalah cara yang ampuh menghadapi kenaikan harga”
“daripada gak bisa tidur mikirin harga naik, mending pikirkan sumber penghasilan lain apa yang bisa anda dapatkan”
“semua uang besar, dimulai dari uang kecil”
November 19, 2011
November 18, 2011
jum'at pagi, sebuah renungan
Labels:
buku,
kerja keras,
merry riana,
mimpi sejuta dolar,
shalat dhuha
1 comments
jum’at pagi...
dengan sedikit malas dan semangat yang kendur
gairah untuk menjalani hari seakan loyo
terjebak dalam rutinitas dan peliknya permasalahan hidup
membuat nyali ini mengerut untuk menjalani hidup
beranjak dari kasur yang empuk pun terasa enggan...
apalagi mandi, makan dan berangkat ke kantor... semuanya terasa berat...
tidak ingin terlena dengan situasi ini
sementara matahari sudah kian meninggi...saya berwudhu
mendirikan shalat dhuha beberapa rakaat... menghadap Yang Maha Kuasa
sebentuk penghambaan bahwa diri ini lemah, bahwa diri ini mudah goyah
memohon dan mengharap kekuatan untuk bisa menjalani hidup ini
dengan passion, semangat dan motivasi yang prima serta
tetap fight menjalani hidup...
juga berdo’a, mememinta agar dibukakan jalan menuju sukses
dibukakan pintu-pintu rezeki yang mungkin masih tersumbat...
setelah selesai shalat dhuha...
saya membaca buku : mimpi sejuta dolar-nya merry ryana
men-tafakuri, me-renungi beberapa kata-kata yang
termaktub dalam buku itu---sungguh, sangat memotivasi, sangat inspiratif...
“sukses memerlukan syarat : kerja keras, komitmen, kesungguhan, kegigihan, ketekunan, tekad”
“untuk menjadi sukses, kita harus berani melewati suatu kondisi sulit’
“jika tidak bertarung, kita tidak tahu pakah kita menang atau kalah. dan jika tidak berani, kita bahkan tidak akan menginjak arena pertarungan”
“kegagalan adalah ciri perjalanan sukses. dengan mengalami kegagalan kita akan mengetahui cara-cara yang lebih baik agar kegagalan yang sama tidak terulang lagi. yang penting bergerak terus, berjuang terus, mencoba terus”
“banyak gagal, banyak belajar. tapi coba terus. jangan patah semangat”
“ayo, sekarang kita bekerja dengan fokus, kita menyerahkan hati dan konsentrasi kita pada pekerjaan. kita bangun kegigihan dan kemampuan. bekerja empat belas jam sehari, tujuh hari dalam seminggu....”
terima kasih bu merry...buku anda sanggah luar biasa meng-inspirasi saya...
dengan sedikit malas dan semangat yang kendur
gairah untuk menjalani hari seakan loyo
terjebak dalam rutinitas dan peliknya permasalahan hidup
membuat nyali ini mengerut untuk menjalani hidup
beranjak dari kasur yang empuk pun terasa enggan...
apalagi mandi, makan dan berangkat ke kantor... semuanya terasa berat...
tidak ingin terlena dengan situasi ini
sementara matahari sudah kian meninggi...saya berwudhu
mendirikan shalat dhuha beberapa rakaat... menghadap Yang Maha Kuasa
sebentuk penghambaan bahwa diri ini lemah, bahwa diri ini mudah goyah
memohon dan mengharap kekuatan untuk bisa menjalani hidup ini
dengan passion, semangat dan motivasi yang prima serta
tetap fight menjalani hidup...
juga berdo’a, mememinta agar dibukakan jalan menuju sukses
dibukakan pintu-pintu rezeki yang mungkin masih tersumbat...
setelah selesai shalat dhuha...
saya membaca buku : mimpi sejuta dolar-nya merry ryana
men-tafakuri, me-renungi beberapa kata-kata yang
termaktub dalam buku itu---sungguh, sangat memotivasi, sangat inspiratif...
“sukses memerlukan syarat : kerja keras, komitmen, kesungguhan, kegigihan, ketekunan, tekad”
“untuk menjadi sukses, kita harus berani melewati suatu kondisi sulit’
“jika tidak bertarung, kita tidak tahu pakah kita menang atau kalah. dan jika tidak berani, kita bahkan tidak akan menginjak arena pertarungan”
“kegagalan adalah ciri perjalanan sukses. dengan mengalami kegagalan kita akan mengetahui cara-cara yang lebih baik agar kegagalan yang sama tidak terulang lagi. yang penting bergerak terus, berjuang terus, mencoba terus”
“banyak gagal, banyak belajar. tapi coba terus. jangan patah semangat”
“ayo, sekarang kita bekerja dengan fokus, kita menyerahkan hati dan konsentrasi kita pada pekerjaan. kita bangun kegigihan dan kemampuan. bekerja empat belas jam sehari, tujuh hari dalam seminggu....”
terima kasih bu merry...buku anda sanggah luar biasa meng-inspirasi saya...
November 17, 2011
catatan tentang timnas u23 yang kalah dari malaysia
kekalahan yang cukup menyakitkan... timnas u23 takluk dari malaysia, 0 – 1...dalam laga sea games 2011 di stadion gelora bung karno jakarta....
memang kekalahan ini, tidak mempengaruhi hasil akhir klasemen, timnas tetap lolos ke semifinal...
tapi kalah dari malaysia adalah masalah harga diri bangsa... dihadapan malaysia kita seolah selalu jadi pecundang... dengan dukungan ribuan penonton yang memenuhi stadion gelora bung karno... ternyata timnas tidak memiliki keberuntungan, untuk mampul men-ganyang malaysia...
memang timnas u23 sudah bermain dengan sangat baik, meski dengan beberapa pemain lapis kedua... angkat jempol atas daya juang skuad timnas u23... strategi bermain yang diracik pelatih rahmad darmawan pun patut di acung jempol juga...
hanya satu, menurut saya yang menyebabkan indonesia kalah..... bukan sebab faktor keberuntungan, bukan.... dan bolehlah ini sebagai ungkapan kekesalan hati seorang penonton : sebabnya adalah yonky ariwibowo... maaf, yonky... andalah penyebabnya... timnas indonesia tidak akan pernah menang melawan malaysia atau negara manapun kalau yang main yonky... anda tidak membawa keberuntungan bagi timnas... dan saya agak heran kok bisa ya pelatih rd, memainkan pemain yang “tidak bisa main bola”... ditunjuk jadi kapten pula...
lihat saja, dalam 90 menit + tambahan waktu... berapa banyak bola yang menyentuh kaki seorang yonky... adakah peluang gol yang datang dari seorang yonky ? sebagai seorang kapten, harusnya soerang yonky punya peran lebih dalam mengkoordinir dan mengatur ritme permainan... dan sebagai penonton, saya tidak melihat “yonky” bermain selayaknya pemain bola... dan maaf, bila saya harus mengatakan... yonky tidak hanya tidak bisa bermain bola tapi juga tidak membawa keberuntungan bagi timnas...
secara emosi, sebagai penonton, tentu sulit untuk menerima kekalahan timnas u23 dari malaysia... rasanya ingin sekali mengumpat, menghujat... tapi itu semua tidak akan merubah sejarah : timnas u23 kalah dengan malaysia... terima saja kenyataan dengan pikiran yang positip. masih ada kesempatan untuk meraih kemenangan berikutnya, di semifinal melawan vietnam.
kekalahan timnas u23 itu... lalu mengingatkan saya dengan apa yang saya baca di tabloid bola beberapa hari kemarin... tentang alan pardew, pelatih newcastle yang sedang menyiapkan skuadnya menjelang pertandingan lanjutan primier league menghadapi manchester city.beberapa petuah bijak dari alan pardew, mungkin bisa dijadikan pelajaran bagaimana menyikapi kekalahan. kata alan pardew :
“cepat atau lambat kekalahan akan datang. yang kita perlukan dilakukan ketika kalah adalah mengoreksi mental untuk tidak bersikap sebagai bad loser”
“kami selalu melakukan evaluasi pada anak-anak terlepas apakah hasil pertandingan itu baik atau buruk. bukan hanya kekalahan yang harus dipelajari, tapi kemenangan juga”
selain ingat dengan alan pardew di tabloid bola.... saya juga ingat dengan salah satu postingan saya sebelumnya di blog ini, tentang makna sepak bola... salah satu makna yang saya tuliskan di blog ini adalah salah satu dari makna sepak bola adalah makna bagaimana menyikapi kekalahan.
“kami akan terus bekerja untuk membuat sesuatu dengan cara yang terbaik. kegagalan bukanlah akhir dari sebuah kehidupan di dunia. kami masih memiliki keyakinan total bisa mengubah situasi dengan cara terbaik”
fabri gonzales – pelatih granada
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 25 oktober 2011)
“setelah ini kami harus mengoreksi kinerja para defender dan sistem pertahanan yang kami bangun dengan lebih benar lag. kami harus mengevaluasi dan melakukan intropeksi atas kegagalan besar ini”
jose luis mendilibar – pelatih osasuna
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 11 september 2011)
“permainan tuan rumah sebenarnya tidak terlalu istimewa. tapi kami gagal karena kesalahan sendiri”
pep guardiola – pelatih barcelona
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 12 september 2011)
“kami harus bangkit dari keterpurukan demi sebuah kemenangan, tidak boleh tertekan setelah kekalahan ini”
antonio conte – pelatih juventus
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 23 agustus 2011)
memang kekalahan ini, tidak mempengaruhi hasil akhir klasemen, timnas tetap lolos ke semifinal...
tapi kalah dari malaysia adalah masalah harga diri bangsa... dihadapan malaysia kita seolah selalu jadi pecundang... dengan dukungan ribuan penonton yang memenuhi stadion gelora bung karno... ternyata timnas tidak memiliki keberuntungan, untuk mampul men-ganyang malaysia...
memang timnas u23 sudah bermain dengan sangat baik, meski dengan beberapa pemain lapis kedua... angkat jempol atas daya juang skuad timnas u23... strategi bermain yang diracik pelatih rahmad darmawan pun patut di acung jempol juga...
hanya satu, menurut saya yang menyebabkan indonesia kalah..... bukan sebab faktor keberuntungan, bukan.... dan bolehlah ini sebagai ungkapan kekesalan hati seorang penonton : sebabnya adalah yonky ariwibowo... maaf, yonky... andalah penyebabnya... timnas indonesia tidak akan pernah menang melawan malaysia atau negara manapun kalau yang main yonky... anda tidak membawa keberuntungan bagi timnas... dan saya agak heran kok bisa ya pelatih rd, memainkan pemain yang “tidak bisa main bola”... ditunjuk jadi kapten pula...
lihat saja, dalam 90 menit + tambahan waktu... berapa banyak bola yang menyentuh kaki seorang yonky... adakah peluang gol yang datang dari seorang yonky ? sebagai seorang kapten, harusnya soerang yonky punya peran lebih dalam mengkoordinir dan mengatur ritme permainan... dan sebagai penonton, saya tidak melihat “yonky” bermain selayaknya pemain bola... dan maaf, bila saya harus mengatakan... yonky tidak hanya tidak bisa bermain bola tapi juga tidak membawa keberuntungan bagi timnas...
secara emosi, sebagai penonton, tentu sulit untuk menerima kekalahan timnas u23 dari malaysia... rasanya ingin sekali mengumpat, menghujat... tapi itu semua tidak akan merubah sejarah : timnas u23 kalah dengan malaysia... terima saja kenyataan dengan pikiran yang positip. masih ada kesempatan untuk meraih kemenangan berikutnya, di semifinal melawan vietnam.
kekalahan timnas u23 itu... lalu mengingatkan saya dengan apa yang saya baca di tabloid bola beberapa hari kemarin... tentang alan pardew, pelatih newcastle yang sedang menyiapkan skuadnya menjelang pertandingan lanjutan primier league menghadapi manchester city.beberapa petuah bijak dari alan pardew, mungkin bisa dijadikan pelajaran bagaimana menyikapi kekalahan. kata alan pardew :
“cepat atau lambat kekalahan akan datang. yang kita perlukan dilakukan ketika kalah adalah mengoreksi mental untuk tidak bersikap sebagai bad loser”
“kami selalu melakukan evaluasi pada anak-anak terlepas apakah hasil pertandingan itu baik atau buruk. bukan hanya kekalahan yang harus dipelajari, tapi kemenangan juga”
selain ingat dengan alan pardew di tabloid bola.... saya juga ingat dengan salah satu postingan saya sebelumnya di blog ini, tentang makna sepak bola... salah satu makna yang saya tuliskan di blog ini adalah salah satu dari makna sepak bola adalah makna bagaimana menyikapi kekalahan.
“kami akan terus bekerja untuk membuat sesuatu dengan cara yang terbaik. kegagalan bukanlah akhir dari sebuah kehidupan di dunia. kami masih memiliki keyakinan total bisa mengubah situasi dengan cara terbaik”
fabri gonzales – pelatih granada
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 25 oktober 2011)
“setelah ini kami harus mengoreksi kinerja para defender dan sistem pertahanan yang kami bangun dengan lebih benar lag. kami harus mengevaluasi dan melakukan intropeksi atas kegagalan besar ini”
jose luis mendilibar – pelatih osasuna
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 11 september 2011)
“permainan tuan rumah sebenarnya tidak terlalu istimewa. tapi kami gagal karena kesalahan sendiri”
pep guardiola – pelatih barcelona
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 12 september 2011)
“kami harus bangkit dari keterpurukan demi sebuah kemenangan, tidak boleh tertekan setelah kekalahan ini”
antonio conte – pelatih juventus
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 23 agustus 2011)
bersyukur....
Labels:
bersyukur
0
comments
bersyukur...pagi ini masih diberi kesempatan untuk melihat dunia...
diberi waktu untuk menikmati pagi dengan sebungkus nasi dan secangkir teh hangat...
bersyukur masih bisa bernafas... masih diberi kelapangan... dilimpahkan kesehatan untuk menulis postingan di blog
masih diberi kekuatan untuk mencari rezeki
dibanding mereka yang mungkin pagi ini...
---seperti yang saya lihat pagi ini disebuah warung di pasar---
harus banting tulang dulu untuk mendapatkan sepiring nasi...
ataupun makan hanya setengah piring soto tanpa lauk, tanpa secangkir teh...
bersyukur...masih punya motor untuk transportasi ke kantor
dibanding mereka yang hanya punya sepeda atau cuma bisa jalan kaki....
bersyukur... masih punya uang lima puluh ribuan di kantong celana
dibanding mereka yang mungkin hanya punya uang recehan
bersyukur... masih punya notebook untuk membuat postingan
dibanding mereka yang tak punya sama sekali...
betapa Maha Pemurahnya Yang Maha Kuasa
masih berkenan melimpahkan rezeki dan rahmat-Nya...
tiada terhingga... padahal lebih banyak ingkar dan dosa-nya diri ini...
padahal diri ini lebih banyak mengeluhnya, lebih banyak mengumpatnya...
hanya satu kata...
pagi ini....
bersyukur
diberi waktu untuk menikmati pagi dengan sebungkus nasi dan secangkir teh hangat...
bersyukur masih bisa bernafas... masih diberi kelapangan... dilimpahkan kesehatan untuk menulis postingan di blog
masih diberi kekuatan untuk mencari rezeki
dibanding mereka yang mungkin pagi ini...
---seperti yang saya lihat pagi ini disebuah warung di pasar---
harus banting tulang dulu untuk mendapatkan sepiring nasi...
ataupun makan hanya setengah piring soto tanpa lauk, tanpa secangkir teh...
bersyukur...masih punya motor untuk transportasi ke kantor
dibanding mereka yang hanya punya sepeda atau cuma bisa jalan kaki....
bersyukur... masih punya uang lima puluh ribuan di kantong celana
dibanding mereka yang mungkin hanya punya uang recehan
bersyukur... masih punya notebook untuk membuat postingan
dibanding mereka yang tak punya sama sekali...
betapa Maha Pemurahnya Yang Maha Kuasa
masih berkenan melimpahkan rezeki dan rahmat-Nya...
tiada terhingga... padahal lebih banyak ingkar dan dosa-nya diri ini...
padahal diri ini lebih banyak mengeluhnya, lebih banyak mengumpatnya...
hanya satu kata...
pagi ini....
bersyukur
November 16, 2011
the best product in my mind...
Labels:
kepuasan pelanggan,
majalah swa,
marketing,
merk,
net promoter score 2011,
produk
1 comments
apakah saya seorang pelanggan yang loyal ?
pertanyaan itu terus saja menggelantung dipikiran hampir dua pekan ini, setelah saya membaca majalah swa edisi 23 (27 oktober – 9 nopember 2011)...
aneh juga pertanyaan itu yang muncul, padahal dalam sajian utama majalah swa “cuma” dihidangkan “menu” hasil survey net promoter score 2011.
ternyata, di dunia “marketing” tahu dengan “kepuasaan” pelanggan saja tidak cukup. baca juga tulisan saya sebelumnya, reading magazine : majalah swa dan hasil survey icsa di atas tingkat “puas”, ada lagi level untuk mengetahui apakah pelanggan “benar-benar merasa puas” dengan mengunakan metode survey nps, yaitu net promoter score. seperti yang ditulis oleh majalah swa, metodelogi survey nps ini, digagas oleh frederick f. reichheld dengan tujuan untuk melacak pelanggan yang benar-benar puasa sehingga memiliki kecenderungan paling tinggi untuk melakukan pembelian kembali. survey nps ini juga digunakan untuk mendeteksi para pelanggan yang loyal yang secara sadar atau pun tidak sadar menjadi “evangelist” merk atau produk kita.
dari “ kaca mata” saya sebagai seorang awam, yang menjadi pelanggan kelas bawah, atau kasarnya seorang pembeli kelas eceran, survey nps itu, atau survey apalah namanya, disatu sisi melihatnya hanyalah tidak lebih dari trik marketing semata, agar jualan mereka semakin laku dan kita sebagai “konsumen” terus makin disiasati agar terus menerus menjadi pelanggan yang konsumtif melahap setiap merk / produk yang mereka tawarkan kepada kita.
disisi lain, saya memandangnya sebagai sebuah pembelajaran yang menarik, tentang bagaimana kecenderungan tingkat kepuasan dari banyak orang terhadap sebuah merk atau produk. semakin tinggi tingkat kepuasan tersebut, menunjukkan kualitas dari merk atau produk tersebut. hal lain, saya bisa membandingkan apakah “selera” atau “persepsi” saya juga “tingkat loyalitas” saya atas sebuah merk / produk sama dengan kecederungan orang kebanyakan. nah, dari membandingkan tersebut, saya juga dapat menjawab pertanyaan yang saya tulis di atas ? yup, apakah saya seorang pelanggan yang loyal ? juga beberapa pertanyaan lanjutan seperti : kenapa saya bisa jadi loyal ? mengapa saya senang mengatakan ke orang tentang kebaikan dari sebuah merk / produk ? kenapa juga kebanyakan orang loyal terhadap merk / produk itu, bukan merk atau produk yang lain ? dan sederat lagi pertanyaan lainnya...
ketika sebuah merk / produk yang saya beli memberikan benefit atau manfaat yang sesuai dengan ekspektasi saya, tentunya ekspektasi ini berdasarkan standar dan ukuran saya pribadi, dan saya pun merasa puas, bisa juga saya mendapatkan lebih dari sekedar puas, diatas standar. secara emosi saya merasa memiliki ikatan yang secara rasional sulit untuk saya jelaskan. untuk tahap selanjutnya saya tidak sungkan atau ragu untuk membeli ulang atau menjadi pelanggan setia merk / produk tersebut. bahkan, saya juga memiliki kebiasaan untuk berbicara tentang “kebaikan-kebaikan” merk / produk tersebut ke orang-orang terdekat, keluarga, teman dan relasi...
untuk membandingkan, apakah selera saya juga sama dengan hasil survey nps yang dimuat di majalah swa. berikut hasil survey tersebut (saya hanya menuliskan untuk kategori yang berkaitan langsung dengan saya saja, dan hanya yang teratas saja)
kategori penerbangan : garuda indonesia
kategori tabungan : bni
kategori gsm pra bayar : simpati
kategori asuransi jiwa : prudential
kategori pembiayaan motor : adira
kategori bank syariah : mandiri
kategori taksi : blue bird
kategori restoran siap saji : kfc
kategori tv : sharp
kategori tv berbayar : indovision
kategori hipermarket : hypermart
kategori mobil suv : honda crv
kategori motor matic : honda vario
kategori motor bebek : supra x 125
itu tadi daftar hasil survey nps yang di muat oleh majalah swa edisi 23... untuk lengkapnya bisa langsung baca majalahnya ya ? he...he...
sebagai pembanding saya membuat survey nps sendiri, untuk semua kategori yang saya tuliskan di atas juga beberapa kategori tambahan yang tidak ada di majalah swa...alias saya tambahkan sendiri. berikut hasil nps saya sendiri (untuk yang tidak sama saya cetak tebal):
kategori penerbangan : garuda indonesia
kategori tabungan : bni
kategori gsm pra bayar : simpati
kategori asuransi jiwa : prudential
kategori pembiayaan motor : adira
kategori bank syariah : muamalat
kategori taksi : blue bird
kategori restoran siap saji : kfc
kategori tv : samsung
kategori tv berbayar : indovision
kategori hipermarket : hypermart
kategori mobil suv : honda crv
kategori motor matic : honda beat
kategori motor bebek : supra x 125
tambahan kategori :
kategori handphone : nokia
kategori smartphone : nokia
kategori majalah : majalah tempo
kategori surat kabar nasional : kompas
kategori surat kabar lokal : media kalimantan
kategori laptop, notebook : acer
kategori printer : canon
kategori toko buku : gramedia
kategori mesin cuci : lg
pertanyaan itu terus saja menggelantung dipikiran hampir dua pekan ini, setelah saya membaca majalah swa edisi 23 (27 oktober – 9 nopember 2011)...
aneh juga pertanyaan itu yang muncul, padahal dalam sajian utama majalah swa “cuma” dihidangkan “menu” hasil survey net promoter score 2011.
ternyata, di dunia “marketing” tahu dengan “kepuasaan” pelanggan saja tidak cukup. baca juga tulisan saya sebelumnya, reading magazine : majalah swa dan hasil survey icsa di atas tingkat “puas”, ada lagi level untuk mengetahui apakah pelanggan “benar-benar merasa puas” dengan mengunakan metode survey nps, yaitu net promoter score. seperti yang ditulis oleh majalah swa, metodelogi survey nps ini, digagas oleh frederick f. reichheld dengan tujuan untuk melacak pelanggan yang benar-benar puasa sehingga memiliki kecenderungan paling tinggi untuk melakukan pembelian kembali. survey nps ini juga digunakan untuk mendeteksi para pelanggan yang loyal yang secara sadar atau pun tidak sadar menjadi “evangelist” merk atau produk kita.
dari “ kaca mata” saya sebagai seorang awam, yang menjadi pelanggan kelas bawah, atau kasarnya seorang pembeli kelas eceran, survey nps itu, atau survey apalah namanya, disatu sisi melihatnya hanyalah tidak lebih dari trik marketing semata, agar jualan mereka semakin laku dan kita sebagai “konsumen” terus makin disiasati agar terus menerus menjadi pelanggan yang konsumtif melahap setiap merk / produk yang mereka tawarkan kepada kita.
disisi lain, saya memandangnya sebagai sebuah pembelajaran yang menarik, tentang bagaimana kecenderungan tingkat kepuasan dari banyak orang terhadap sebuah merk atau produk. semakin tinggi tingkat kepuasan tersebut, menunjukkan kualitas dari merk atau produk tersebut. hal lain, saya bisa membandingkan apakah “selera” atau “persepsi” saya juga “tingkat loyalitas” saya atas sebuah merk / produk sama dengan kecederungan orang kebanyakan. nah, dari membandingkan tersebut, saya juga dapat menjawab pertanyaan yang saya tulis di atas ? yup, apakah saya seorang pelanggan yang loyal ? juga beberapa pertanyaan lanjutan seperti : kenapa saya bisa jadi loyal ? mengapa saya senang mengatakan ke orang tentang kebaikan dari sebuah merk / produk ? kenapa juga kebanyakan orang loyal terhadap merk / produk itu, bukan merk atau produk yang lain ? dan sederat lagi pertanyaan lainnya...
ketika sebuah merk / produk yang saya beli memberikan benefit atau manfaat yang sesuai dengan ekspektasi saya, tentunya ekspektasi ini berdasarkan standar dan ukuran saya pribadi, dan saya pun merasa puas, bisa juga saya mendapatkan lebih dari sekedar puas, diatas standar. secara emosi saya merasa memiliki ikatan yang secara rasional sulit untuk saya jelaskan. untuk tahap selanjutnya saya tidak sungkan atau ragu untuk membeli ulang atau menjadi pelanggan setia merk / produk tersebut. bahkan, saya juga memiliki kebiasaan untuk berbicara tentang “kebaikan-kebaikan” merk / produk tersebut ke orang-orang terdekat, keluarga, teman dan relasi...
untuk membandingkan, apakah selera saya juga sama dengan hasil survey nps yang dimuat di majalah swa. berikut hasil survey tersebut (saya hanya menuliskan untuk kategori yang berkaitan langsung dengan saya saja, dan hanya yang teratas saja)
kategori penerbangan : garuda indonesia
kategori tabungan : bni
kategori gsm pra bayar : simpati
kategori asuransi jiwa : prudential
kategori pembiayaan motor : adira
kategori bank syariah : mandiri
kategori taksi : blue bird
kategori restoran siap saji : kfc
kategori tv : sharp
kategori tv berbayar : indovision
kategori hipermarket : hypermart
kategori mobil suv : honda crv
kategori motor matic : honda vario
kategori motor bebek : supra x 125
itu tadi daftar hasil survey nps yang di muat oleh majalah swa edisi 23... untuk lengkapnya bisa langsung baca majalahnya ya ? he...he...
sebagai pembanding saya membuat survey nps sendiri, untuk semua kategori yang saya tuliskan di atas juga beberapa kategori tambahan yang tidak ada di majalah swa...alias saya tambahkan sendiri. berikut hasil nps saya sendiri (untuk yang tidak sama saya cetak tebal):
kategori penerbangan : garuda indonesia
kategori tabungan : bni
kategori gsm pra bayar : simpati
kategori asuransi jiwa : prudential
kategori pembiayaan motor : adira
kategori bank syariah : muamalat
kategori taksi : blue bird
kategori restoran siap saji : kfc
kategori tv : samsung
kategori tv berbayar : indovision
kategori hipermarket : hypermart
kategori mobil suv : honda crv
kategori motor matic : honda beat
kategori motor bebek : supra x 125
tambahan kategori :
kategori handphone : nokia
kategori smartphone : nokia
kategori majalah : majalah tempo
kategori surat kabar nasional : kompas
kategori surat kabar lokal : media kalimantan
kategori laptop, notebook : acer
kategori printer : canon
kategori toko buku : gramedia
kategori mesin cuci : lg
November 10, 2011
hasil pertandingan indonesia di sea games dan makna sepakbola
Labels:
makna sepak bola,
sea games,
timnas indonesia
4
comments
ide ini muncul ketika menonton pertandingan indonesia versus kamboja yang berakhir dengan skor 6 – 0 untuk kemenangan indonesia dalam laga sea games 2011 di gelora bung karno jakarta malam ini (7/11/2011)... congrat tuk timnas u-23 yang “panen” gol....lanjutkan sukses ini di pertandingan berikutnya... ayo...indonesia bisa....!!!
ide ini muncul tepat setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir dan dilayar kaca televisi tampak “berebut” untuk segera diputar... setelah pertandingan selesai, seharusnya bukan hanya “euforia” kemenangan yang didapatkan...tetapi sesuatu yag lain... dan setelah “berpikir panjang kali lebar..he...he... muncul pertanyaan begini : kenapa tidak belajar dari sepak bola saja... belajar makna hidup dari sepak bola... ? aha....good ide juga saya pikir...
ya...dari sepak bola kita bisa belajar banyak hal tentang makna hidup ini. dan sesaat kemudian saya teringat dengan buku lama yang berjudul : kick n’ goal... di tulis oleh gheeto tw (2006). dari buku ini, dituliskan bahwa dari sepak bola kita bisa mengambil makna, inspirasi dalam menyikapi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari....
setelah membaca buku tersebut, dan kemudian saya menyusuri tumpukan surat kabar dan tabloid yang khusus memuat berita sepakbola....saya menuliskan beberapa “makna” yang bisa kita jadikan inspirasi dan motivasi...
berikut makna-makan tersebut :
pertama, makna perlunya filosofi dalam hidup
“filosofi adalah sebuah nilai pribadi dan klub yang tidak seharusnya digantikan dengan gampang. hal itu adalah sesuatu yang membuat kami bangga, cara kami bermain. kami harus memperbaiki diri untuk meraih hasil positip”
andre villas boas – pelatih chelsea
(dikutip dari tabloid bola edisi 3-4 nopember 2011)
kedua, makna bagaimana menyikapi kekalahan
“kami akan terus bekerja untuk membuat sesuatu dengan cara yang terbaik. kegagalan bukanlah akhir dari sebuah kehidupan di dunia. kami masih memiliki keyakinan total bisa mengubah situasi dengan cara terbaik”
fabri gonzales – pelatih granada
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 25 oktober 2011)
“setelah ini kami harus mengoreksi kinerja para defender dan sistem pertahanan yang kami bangun dengan lebih benar lag. kami harus mengevaluasi dan melakukan intropeksi atas kegagalan besar ini”
jose luis mendilibar – pelatih osasuna
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 11 september 2011)
“permainan tuan rumah sebenarnya tidak terlalu istimewa. tapi kami gagal karena kesalahan sendiri”
pep guardiola – pelatih barcelona
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 12 september 2011)
“kami harus bangkit dari keterpurukan demi sebuah kemenangan, tidak boleh tertekan setelah kekalahan ini”
antonio conte – pelatih juventus
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 23 agustus 2011)
ketiga, makna dari pentingnya komitmen dan loyalitas
“saya akan mendedikasikan diri saya sepenuhnya sepenuhnya kepada tim ini tidak kepada tim rival”
jose mourinho – pelatih real madrid
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 21 pebruari 2011)
keempat, makna perlunya kerja keras
“saya ingin menunjukkan bahwa dalam sepak bola lebih dibutuhkan kerja keras di lapangan dari pada memberi komentar”
pablo aimar – pemain benfica portugal
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 14 september 2011)
“saya tahu dengan kondisi yang saya alami saat ini, saya bisa terpilih sebagai pemain terbaik dunia. tapi saya harus bekerja keras dan menunjukkan komitmen itu di setiap pertandingan”
luis nani – pemain manchester united
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 14 september 2011)
ide ini muncul tepat setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir dan dilayar kaca televisi tampak “berebut” untuk segera diputar... setelah pertandingan selesai, seharusnya bukan hanya “euforia” kemenangan yang didapatkan...tetapi sesuatu yag lain... dan setelah “berpikir panjang kali lebar..he...he... muncul pertanyaan begini : kenapa tidak belajar dari sepak bola saja... belajar makna hidup dari sepak bola... ? aha....good ide juga saya pikir...
ya...dari sepak bola kita bisa belajar banyak hal tentang makna hidup ini. dan sesaat kemudian saya teringat dengan buku lama yang berjudul : kick n’ goal... di tulis oleh gheeto tw (2006). dari buku ini, dituliskan bahwa dari sepak bola kita bisa mengambil makna, inspirasi dalam menyikapi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari....
setelah membaca buku tersebut, dan kemudian saya menyusuri tumpukan surat kabar dan tabloid yang khusus memuat berita sepakbola....saya menuliskan beberapa “makna” yang bisa kita jadikan inspirasi dan motivasi...
berikut makna-makan tersebut :
pertama, makna perlunya filosofi dalam hidup
“filosofi adalah sebuah nilai pribadi dan klub yang tidak seharusnya digantikan dengan gampang. hal itu adalah sesuatu yang membuat kami bangga, cara kami bermain. kami harus memperbaiki diri untuk meraih hasil positip”
andre villas boas – pelatih chelsea
(dikutip dari tabloid bola edisi 3-4 nopember 2011)
kedua, makna bagaimana menyikapi kekalahan
“kami akan terus bekerja untuk membuat sesuatu dengan cara yang terbaik. kegagalan bukanlah akhir dari sebuah kehidupan di dunia. kami masih memiliki keyakinan total bisa mengubah situasi dengan cara terbaik”
fabri gonzales – pelatih granada
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 25 oktober 2011)
“setelah ini kami harus mengoreksi kinerja para defender dan sistem pertahanan yang kami bangun dengan lebih benar lag. kami harus mengevaluasi dan melakukan intropeksi atas kegagalan besar ini”
jose luis mendilibar – pelatih osasuna
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 11 september 2011)
“permainan tuan rumah sebenarnya tidak terlalu istimewa. tapi kami gagal karena kesalahan sendiri”
pep guardiola – pelatih barcelona
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 12 september 2011)
“kami harus bangkit dari keterpurukan demi sebuah kemenangan, tidak boleh tertekan setelah kekalahan ini”
antonio conte – pelatih juventus
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 23 agustus 2011)
ketiga, makna dari pentingnya komitmen dan loyalitas
“saya akan mendedikasikan diri saya sepenuhnya sepenuhnya kepada tim ini tidak kepada tim rival”
jose mourinho – pelatih real madrid
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 21 pebruari 2011)
keempat, makna perlunya kerja keras
“saya ingin menunjukkan bahwa dalam sepak bola lebih dibutuhkan kerja keras di lapangan dari pada memberi komentar”
pablo aimar – pemain benfica portugal
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 14 september 2011)
“saya tahu dengan kondisi yang saya alami saat ini, saya bisa terpilih sebagai pemain terbaik dunia. tapi saya harus bekerja keras dan menunjukkan komitmen itu di setiap pertandingan”
luis nani – pemain manchester united
(dikutip dari surat kabar banjarmasin post – 14 september 2011)
Subscribe to:
Posts (Atom)
