May 5, 2014

KENAPA KITAB HIDAYATUS SALIKIN ? (sebuah resensi pribadi)

0 comments
bermula saya mengenal Kitab "Hadayatus Salikin" pada tahun 2010, ketika itu saya mengalami "perang dunia ketiga"... untuk melakukan perdamaian yang di fasilitiasi seorang Tuan Guru / ulama di Kota Kandangan, salah satu prasayarat damai itu adalah saya diminta untuk belajar ilmu agama dengan Tuan Guru tersebut minimal seminggu sekali, dikarenakan  menurut Beliau kehidupan saya "kering" atau jauh dari nilai-nilai keagamaan dan dengan belajar ilmu agama diharapkan tidak akan terulang lagi "perang dunia ketiga" tersebut...

Oleh Ulama tersebut, direkomendasikan untuk tahap pertama kitab yang akan jadi rujukan belajar adalah Kitab Hidayatus Salikin... dan Kitab tersebut kemudian saya membeli kitab itu di sebuah toko buku yang khusus menjual kitab2 di martapura, sebuah toko kecil saja di samping Mesjid Istiqamah Martapura....

jadilah kemudian setiap seminggu sekali saya belajar atau istilah di kampung "mengaji baduduk" kitab Hidayatus Salikin.... saya bersyukur dan berterima kasih, oleh sebab kasus "perang dunia ketiga", sy dipertemukan dengan orang yang dengan ikhlas mau berbagi ilmu, meluangkan waktu ditengah kesibukan mengurus pesantren dan umat hanya untuk mengajari saya ilmu agama tanpa sy harus bayar.

beberapa kali mengaji kitab Hidayatus Salikin, memang saya tidak terlalu antusias untuk meng-eksplore lebih dalam, saya hanya menerima "satu arah" apa yang disampaikan oleh Guru, meskipun begitu saya cukup senang belajar agama melalui kitab ini. menurut saya kitab "Hidayatus Salikin" memiliki "kelebihan" dari pada buku-buku pelajaran Agama yang pernah saya baca terutama buku-buku pelajaran Agama yang digunakan di sekolah.

karena saya dulu sekolah di Madrasah, dari Tsanawiyah hingga Aliyah,  dan sempat berstatus Mahasiswa IAIN...he....he... cukup akrab dengan pelajaran agama, seperti Fiqih, Al Qur'an Hadist, Aqidah, Bahasa Arab, dsb... mungkin karena buku2 tersebut, di susun sebagai pelajaran sekolah yang terbentur dengan banyak aturan, formal dan rigid, jadi bagi saya ; tak cukup sedap untuk disantap, dan tak cukup nendang ketika di kecap....

berbeda dengan Kitab Hidayatus Salikin, dikarang oleh Syaikh Abdussomad Jawi Al Palimbani pada tahun 1192 H/1778 M, menurut saya memiliki banyak kelebihan / keunggulan ; dari segi penyajian, mutu menu yang sarat gizi, plus renyah dan  gurih ketika di santap. Kitab Hidayatus Salikin ditulis dengan sistematika yang  sistematis dan modern dan sangat aplikatif, di buka dengan mukadimah kemudian bab demi bab....disajikan berdasarkan urutan menu yang rignan hingga berat.

kalau dilihat dari "klasifikasi" kitab ini yang masuk kelompok "tasawuf" kesannya adalah berat dan serius. ternyata, setelah dibaca, dipelajari, dihayati dan diaplikasikan kitab ini sangat cocok bagi orang awam atau pemula pembelajar agama, dalam istilah saya ini kitab ; renyah, bergizi dan perlu... dan agak sedikit "iseng" kitab ini bisa diposisikan sebagai buku "how to.... self help... ada motivasi dalam kitab ini, ada memuat hardware dan software tentang guidance menjalani kehidupan dari bangun tidur hingga tidur lagi dalam bingkai agama....

salah satu kelemehan kitab ini, mungkin untuk masa kini, kitab ini ditulis dengan huruf arab bahasa melayu--istilah dikampung biasa disebut "arab gundul"... bagi yang tidak terbiasa, ini menjadi kendala tersendiri. saat ini memang ada Kitab Hidayatus Salikin yang dicetak dengan huruf latin, tapi setelah saya bandingkan, ada jauh perbedaannya dengan versi arab melayu. tidak hanya isi-nya sebagian jadi ringkas, tapi juga seperti kehilangan feel-nya... dan hal itu tentu akan menghilangkan keasyikan mempelajari kitab ini...

pdbtg, 5/5/2014
(bersambung)