December 11, 2011

12 film indonesia yang paling menginspirasi di tahun 2011

setiap minggu saya membaca majalah tempo, dan salah satu rubrik di majalah tempo yang menjadi favorit saya untuk di baca adalah : halaman sinema. rubrik sinema ini berisi resensi atau ulasan flim-film terbaru. setiap minggu, sebelum membaca majalah tempo, saya selalu penasaran, film apa yang dimuat di majalah tempo minggu ini dan selalu ingin tahu apa “kata” majalah tempo tentang film tersebut.

sejujurnya, saya memang tidak bisa setiap bulan nonton film di bioskop. membaca resensi film di majalah tempo adalah obat penawar keterbatasan tersebut sekaligus dengan membaca resensi, saya mendapatkan referensi sekaligus perspektif berbeda dalam “menilai” sebuah film...


khusus untuk postingan ini, saya tertarik untuk membuat “daftar” film, khususnya film indonesia yang di putar di tahun 2011 ini, yang menurut saya paling menginspirasi. tapi, jangan membayangkan film kalau film yang saya pilih itu adalah film horor atau sejenis... saya sangat tidak suka film tersebut... dan menambahkan “capture” apa kata majalah tempo tentang film-film tersebut.

berikut daftar 12 film paling menginspirasi di tahun 2011 menurut versi saya

1#
film “?” (tanda tanya)
sutradara : hanung bramantyo
skenario : titien wattimena
pemain : reza rahardian, revalina s temat, agus kuncoro, endhita, rio dewanto, henky solaiman
produksi : mahaka pictures dan dapur film

2#
film “serdadu kumbang”
sutradara : ari sihasale
skenario : jeremias nyangoen
pemain yudi miftahudin, lukman sardi, asrul dahlan, putu wijaya, titi sjuman, monica sayang bati, ririn ekawati, surya saputra, fanny padila
produksi : alenia pictures

3#
film “lima elang”
sutradara : rudi soedjarwo
skenario : salman aristo
pemain : christoffer nelwan, iqbaal dhiafakhri ramadhan, teuku rizky muhammad, bastian bintang simbolon, dan monica sayang bati
produksi : sbo films, kg productions, indika pictures, dan kwarnas gerakan pramuka

4#
film “the mirror never lies”
sutradara : kamila andini
skenario : dirmawan hatta dan kamila andini
pemain : reza rahardian, atiqah hasiholan, gita novalista
produksi : pemkab wakatobi, wwf indonesia dan set karya film

5#
film “batas”
sutradara : rudi soedjarwo
skenario : slamet rahardjo djarot
pemain : marcella zalianty, jajang c. noer, arifin putra, ardina rasti, piet pagau, marcell domits, alifyandra
produksi : keana production

6#
film “hati merdeka” (merah putih 3)
sutradara : yadi sugardi dan conor allyn
skenario : conor allyn dan rob allyn
pemain : lukman sardi, donny alamsyah, darius sinathrya, t. rifnu wikana, rahayu saraswati, nugie, ranggani puspandy, astri nurdin, micheal bell
produksi :-

7#
film “catatan si boy”
sutradara : putrama tuta
skenario : priesnanda dwisatria, illya sigma
pemain : ario bayu, carrisa putri, poppy sovia, albert halim, abimana arya satya, onky alexander, didi petet, btari karlinda
produksi : tuta media corporation, masima contents+channel, 700 pictures productions

8#
film “tendangan dari langit”
sutradara : hanung bramantyo
skenario : fajar nugros
pemain : yosie kristanto, maudy ayunda, agus kuncoro, sujiwo tejo, yati surahman, joshua suherman
produksi : sinemart pictures

9#
film “dibawah lindungan ka’bah
sutradara : hanny saputra
skenario : -
pemain : herjunot ali, laudya cynthia bella, niken anjani, tara budiman, hj. jenny rachman, widyawati, didi petet, leroy osmani
produksi : md pictures

10#
film “7 hati 7 cinta 7 wanita
sutradara : robby ertanto soediskam
skenario : robby ertanto soediskam
pemain : jajang pamuntjak, happy salma, marcella zalianty, verdi soleiman, olga lydia
produksi :-

11#
film “guru rimba di manapun jadi sekolah”
sutradara : vivian idris
skenario : vivian idris
produksi : secret prayer bekerja sama dengan insight investment

12#
film “sang penari”
sutradara : ifa isfansyah
skenario : salman aristo, ifa isfansyah, shanty harmayn
pemain : oka antara, prisia nasution, slamet rahardjo, dewi irawan, landung simatupang, lukman sardi
produksi : salto films, kg productions, indika pictures, dan les petites lumieres

apa kata majalah tempo tentang film-film tersebut ? berikut "capture" yang saya ambil dari ulasan film yang ada dihalaman sinema majalah tempo

film “?” (tanda tanya)

“film “?” memiliki keberanian melintasi batas dibanding film lain yang mengusung tema toleransi beragama.... film “?” digarap dengan sinematografi dan tata artistik rapi---bahkan terlalu rapi. salah satu problem film ini adalah proses batin para tokoh yang kurang dijelajahi. akhir film yang menyediakan solusi bagi setiap tokohnya tak lagi menyisakan tanda tanya untuk penonton”.

film “serdadu kumbang”

“film yang bercerita tentang persahabatan tiga anak dan pendidikan di desa mantar, sumbawa nusa tenggara barat”

film “lima elang”

“seru dan kocak, film ini menampilkan anak-anak yang menikmati seni peran sebagai bagian dari keasyikan bermain. film ini mencoba keluar dari film anak-anak yang formulaik yang premisnya anak desa coba menembus pada segala yang tak mungkin. film ini mengajukan problem yang lebih sederhana, bahwa keasyikan permainan tidak melulu haru di fokuskan pada gadget urban, seperti rc atau komputer”


film “the mirror never lies”

“dengan latar belakang kehidupan suku bajo di wakatobi, sutradara baru kamila andini menyajikan drama keluarga. jalan cerita film ini adalah sesuatu yang mudah diduga. kita bahkan sudah merasakan apa yang akan terjadi pada setiap babak hingga akhir. tapi film seperti ini memang tidak mementingkan kejutan, melainkan pengalaman kita untuk memahami perjalanan batin tokoh-tokohnya”.

film “batas”
“film yang menceritakan seorang perempuan jakarta yang terjun ke tengah hutan kalimantan. judul film ini begitu memberi banyak bayangan, banyak janji, dan sejumlah isyarat. sinematografi dan tata artistik film “batas” masih terasa bahwa ini karya rudi soedjarwo. ada juga “tanda tangan” rudi, dimana dia sering menciptakan adegan yang menyajikan suasana sunyi. jalan cerita juga terlalu banyak meninggalkan lubang. bayangan, janji, dan isyarat yang dijanjikan oleh nama-nama besar ini akhirnya sirna”


film “hati merdeka” (merah putih 3)
“setelah menyaksikan film merah putih dan darah garuda---dua dari trilogi film merah putih---salah atu kesimpulan saya adalah : tontonlah adegan laga film ini. bagian drama dan dialog serius film ini boleh dilewatkan saja. skenario film ini jelas ditulis dalam bahasa inggris dan diterjemahkan dengan buruk dan ke dalam bahasa indonesia yang ganjil. serangkaian adegan laga, perkelahian, bom dan ledakan-ledakan yang terlihat begitu besar dan gigantik---untuk ukuran film indonesia---memang mengagumkan. tapi kemewahan dan biaya besar itu tak cukup untuk menghasilkan tiga buah film yang bersinar dan menggebrak”

film “tendangan dari langit”
“sebuah film tentang anak desa di lereng gunung bromo yang mahir bermain bola. perjudian, kompetisi, udara dingin, dan debu adalah tantangan utama. film tendangan dari langit adalah hiburan untuk masa liburan. sekaligu menyelinapkan sesuatu yang penting : bahwa sesuatu yang baik dicapai dengan kerja keras bukan jalan pintas”

film “di bawah lindungan ka’bah”

“film ini akhirnya hanya menjadi film percintaan remaja berbau islam, jauh dari konsep cinta yang lebih dewasa yang dipaparkan hamka”


film “7 hati, 7 wanita 7 wanita”
flim tentang kisah soerang dokter ahli kandungan dan beberapa pasiennya. meski tata artistik sangat pas-pasan dan musik mendayu mencekik, film ini sudah memilliki premis yang menarik sejak awal : dalam setiap peristiwa tak selalu perempuan yang jadi korban. tapi yang lebih menarik lagi, justru dalam film ini tokoh-tokoh-nya yang perempuan lah yang jadi korban.

film “guru rimba di manapun jadi sekolah”
“sebuah film dokumenter yang menunjukkan orang rimba yang bermodal semangat untuk bersekolah di tengah hutan. film ini, seperti film dokumenter yang beberapa tahun terakhir di produksi sineas indonesia berhasil menunjukkan betapa pendidikan dasar adalah salah satu problem terbesar di negeri ini.

film “sang penari”
“sebuah tafsir bebas atas novel ronggeng dukuh paruk karya ahmad tohari. kelam, pedih sekaligus erotik. berhasil menafsirkan novel karya ahmad tohari ke dalam rangkaian gambar yang bertutur dengan daya pikat yang luar biasa”

0 comments:

Post a Comment

terima kasih sudah berkunjung di blog ini. senang rasanya anda berkenan meninggalkan komentar di blog ini.